Pernahkah kita berfikir sejenak akan semua rezeki dan nimat yang telah dianugerahkan Allah kepada kita?!....
Tengoklah sebentar sebuah cerita yang menggambarkan keadaan seperti ini :
Seorang bapak yang tengah termenung memikirkan dagangannya di sebuah pusat pertokoan, mengapa hari itu belum satu helaipun baju dagangannya laku terjual?.
Terkadang terbersit rasa kesal dalam hatinya tapi cepat-cepat ia tepis perasaan ini seraya menghela napas, ia mencoba untuk menenangkan hatinya. Tiap kali keputusasaan hendak menghampirinya cepat-cepat ia beristighfar dan diingatnya Firman Allah dalam Al-quran surat Al-Fajr ayat 15-16 :
“ Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.
“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku” .
Tentunya ia tidak mau masuk kedalam kelompok Orang-orang yang seperti disebutkan dalam ayat al-quran itu. Maka ditata kembali hatinya dengan sembari merenungi kelanjutan ayat al-quran ini :
Sekali-kali tidak , sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim ,
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan , dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
Hingga iapun tersadar apa haknya untuk mengeluh, hatta ia memuliakan anak yatim, bersedekahpun jarang ia lakukan dan terkadang ia lupa waktu jika sedang asyik melayani pembeli tatkala dagangannya banyak yang membeli.
_____00_____
Jika kita hendak jujur, mau diakui atau tidak terkadang kita mengalami kondisi serupa, ini adalah manusiawi, sebagaimana bunyi sebuah hadits :
“Sesungguhnya iman itu bisa menjadi lusuh di dalam hati kalian seperti baju yang lusuh, maka mintalah kalian semua kepada Allah agar memperbaharui iman yang ada di dalam hati kalian” HR. Al-Hakim
Mungkin ketika ujian tengah menimpa kita kadang iman kita menjadi lemah, dengan keadaan ini maka segeralah tanyakan pada diri kita sudahkah kita memenuhi empat kondisi diatas?!.
Jika jawabannya belum, maka pantaskah kita berkeluh kesah?!, Seyogyanya kita benahi diri kita, iman kita ibadah kita dan muamalah kita dalam kehidupan sehari-hari.
Dan jika jawabannya sudah, maka silahkan kita berkeluh kesah namun diungkapkan dengan permohonan ampun, penuh pengharapan, ditutukan dalam bentuk doa tulus penuh kepasrahan. Kondisi ini menandakan bahwa Allah tengah mendekati kita dengan untaian rahmat-Nya.
Tuturkan keluhan kita dalam bentuk doa, seperti yang dicontohkan dalam Firman Allah QS. Al-baqoroh ayat terakhir :
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” QS Al Baqoroh 286.
Wallahu alam
Dari : berbagai sumber...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar